Kamis, 09 Februari 2012

BERCERMIN DIRI


cermin

Tatkala kudatangi sebuah cermin
Tampak sesosok yang sangat lama kukenal dan sangat sering kulihat
Namun aneh , sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat

Tatkala kutatap wajah , hatiku bertanya . Apakah wajah ini yang kelak akan
bercahaya bersinar indah di surga sana ?
Ataukah wajah ini yang kelak akan hangus legam di neraka Jahannam

Tatkala kutatap mata, nanar hatiku bertanya
Mata inikah yang akan menatap penuh kelezatan dan kerinduan….
Menatap Allah , menatap Rasulullah , menatap kekasih-kekasih Allah kelak ?
Ataukah mata ini yang terbeliak , melotot , menganga , terburai menatap
Neraka Jahannam………..
Akankah mata penuh maksiat ini akan menyelamatkan ?
Wahai mata , apa gerangan yang kau tatap selama ini ?

Tatkala kutatap mulut , apakah mulut ini yang kelak akan mendesah penuh
kerinduan .. Mengucap laa ilaaha ilallah saat malaikat maut datang
menjemput ?

Ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah menjulur , dengan lengking
jeritan pilu yang akan mencopot sendi-sendi setiap pendengar.

Ataukah mulut ini menjadi pemakan buah zaqum jahannam ..yang getir
penghangus , penghancur setiap usus.
Apakah gerangan yang engkau ucapkan wahai mulut yang malang ?
Berapa banyak dusta yang engkau ucapkan ?

Berapa banyak hati-hati yang remuk dengan pisau kata-katamu yang
mengiris tajam
Berapa banyak kata-kata manis semanis madu yang palsu
yang engkau ucapkan untuk menipu ?
Betapa jarang engkau jujur.
Betapa langkanya engkau syahdu memohon agar Tuhan mengampunimu.

Tatkala kutatap tubuhku.
Apakah tubuh ini kelak yang akan penuh cahaya …
Bersinar , bersukacita , bercengkrama di surga ?
Atau tubuh ini yang akan tercabik-cabik hancur , mendidih , di dalam lahar
membara jahannam , terpasung tanpa ampun , derita yang tak pernah berakhir
Wahai tubuh , berapa banyak maksiat yang engkau lakukan ?
Berapa banyak orang-orang yang engkau zalimi dengan tubuhmu ?
Berapa banyak hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau
tindas dengan kekuatanmu ?
Berapa banyak perindu pertolongan yang engkau acuhkan tanpa peduli
padahal engkau mampu ?
Berapa banyak hak-hak yang engkau rampas ?

Ketika kutatap hai tubuh
Seperti apa gerangan isi hatimu
Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu
Atau sekotor daki-daki yang melekat di tubuhmu
Apakah hatimu segagah ototmu
Atau selemah daun-daun yang mudah rontok
Ataukah hatimu seindah penampilanmu
Ataukah sebusuk kotoran-kotoranmu

Betapa beda ..betapa beda …apa yang tampak di cermin
dengan apa yang tersembunyi
Betapa beda apa yang tampak di cermin dan apa yang tersembunyi
Aku telah tertipu , aku tertipu oleh topeng
Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng, hanyalah topeng belaka
Betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng
Betapa yang indah ternyata hanyalah topeng..
Sedangkan aku … hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus
Aku tertipu , aku malu ya Allah
Allah ..selamatkan aku..Amin ya Rabbal ‘alamin


Abdullah Gymnastiar
Bercermin Diri oleh Senyumku Dakwahku
Baca Juga Renungan Dan Motivasi Menarik lainnya seperti Artikel tentang Tak Hanya Wanita yang Harus Bercermin


just write some good posts worth bookmarking - © My Smile Just For You...



17 comments

Kamis, 09 Februari, 2012

Puisi tentang bercermin akan diri .. (Hebat ^^)

Kamis, 09 Februari, 2012

@Fahrie Sadah Wa'alikum salam.. Hanya Sekedar Kopi paste saja! :)
**thanks kk dah sempet mampir

Kamis, 09 Februari, 2012

Tatkala kutatap tubuhku.
Apakah tubuh ini kelak yang akan penuh cahaya …
Bersinar , bersukacita , bercengkrama di surga ?

di kata2 ini mengandung kekuatan ketika saya membacanya :D

Kamis, 09 Februari, 2012

baca ini seolah kian dekat ajal menjemput. padahal cermin yang kutatap tadi pagipun berteriak lantang.."berangkat pagi pulang malam hanya kala pagi kau menyapaku(ujar cermin)..apa sih yang telah kau perbuat untuk bersujud kepadaNYA"...??aku ternganga dan diam lalu tertidur pulas disini.
nice share periperi gud.
hayo ditunggu komentar bek-nya

Kamis, 09 Februari, 2012

keren sob jadi mengingatkan arti pentingmya bercermin pada diri tentang apa kita ini..sdh pantaskah di hadapanNYA

Kamis, 09 Februari, 2012

wow, dalam sekali.....
terimakasih sudah mengingatkan.....

:)

Kamis, 09 Februari, 2012

ga sekedar bercermin diri, tapi bercermin tentang apa saja yang sudah dilakukan selama menghirup udara yang diberikan gratis oleh Allah. akankah kita mampu membalas semua yang kebaikan yang diberikanNya? semoga kita menjadi manusia yang tahu senantiasa menyadari untuk apa kehidupan diberikan pada kita. Amin

Jumat, 10 Februari, 2012

Aamiin...
Yaa Rabbal Alamin...

Jumat, 10 Februari, 2012

mari bercermin.... masya Allah, like this..! hehe

Jumat, 10 Februari, 2012

@bintangair Amiin... **thanks

Jumat, 10 Februari, 2012

@mridwanpurnomo sama-sama... semoga kita dapat bercermin sebelum Berbuat....

Jumat, 10 Februari, 2012

Subhanallah....bagus banget kata2nya,,

bawa pulang boleh ya,, ^___^

Sabtu, 11 Februari, 2012

puisinya sangat inspiratif sekali, memang terkadang kita tidak mengenal diri sendiri.

Sabtu, 11 Februari, 2012

cermin yg indah

Minggu, 12 Februari, 2012

mantap sekali... bercermin diri, mawas diri

salam blogger

Minggu, 12 Februari, 2012

Cermin karatan dan kotor tak bisa dengan jelas memantulkan wajah kita sendiri, posting yang bagus, thanks

Minggu, 21 Juli, 2013

Isinya sangat menegur sekali sob, makasih udah berbagi, supaya kita selalu instrospeksi diri, apakah kita sudah benar di mata Allah.

Posting Komentar

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...